Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan komprehensif mengenai bukti-bukti ketimpangan kesehatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas di seluruh dunia serta mendeskripsikan berbagai pendekatan untuk membangun sistem kesehatan yang inklusif. Tinjauan ini didasari oleh fakta bahwa sekitar 1,3 miliar orang secara global memiliki disabilitas dan mereka sering kali menghadapi berbagai hambatan, mulai dari sikap penyedia layanan hingga fasilitas yang tidak dapat diakses, yang menyebabkan hasil kesehatan mereka lebih buruk dan angka harapan hidup yang lebih pendek dibandingkan orang tanpa disabilitas. Melalui kerangka kerja Missing Billion, tinjauan ini mengevaluasi komponen-komponen yang diperlukan sistem kesehatan agar dapat memenuhi hak kesehatan penyandang disabilitas secara efektif.
Hasil tinjauan mendokumentasikan adanya kesenjangan layanan kesehatan yang luas, termasuk rendahnya tingkat partisipasi dalam skrining kanker dan akses yang kurang memadai terhadap layanan kesehatan ibu bagi perempuan dengan disabilitas. Meskipun penyandang disabilitas memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang lebih tinggi, mereka justru sering kali menerima cakupan layanan yang lebih buruk dan berkualitas rendah. Namun, tinjauan ini berhasil mengidentifikasi 90 contoh praktik baik dari berbagai negara yang mengilustrasikan strategi sukses dalam mengurangi ketimpangan tersebut, mulai dari perbaikan tata kelola dan pendanaan hingga pelatihan tenaga kesehatan dan penyediaan layanan rehabilitasi serta teknologi alat bantu,.
Sebagai kesimpulan, tinjauan ini menegaskan bahwa sistem kesehatan saat ini masih gagal dalam mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas secara memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan adaptasi sistemik yang mencakup kebijakan perlindungan hak, kepemimpinan yang kuat, dan keterlibatan langsung penyandang disabilitas dalam perancangan layanan. Mengimplementasikan strategi inklusif ini sangat krusial agar sistem kesehatan dapat mewujudkan prinsip “kesehatan untuk semua” (health for all) dan mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tanpa meninggalkan populasi disabilitas di belakang.
Kuper, Hannah et al. (2024) Building disability-inclusive health systems. The Lancet Public Health, Volume 9, Issue 5, e316 – e325