Latar Belakang
Transformasi sistem kesehatan di Indonesia saat ini menempatkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai salah satu pilar utama dalam penguatan pelayanan kesehatan dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, berkesinambungan, serta berorientasi pada kebutuhan individu, keluarga, dan masyarakat. Perubahan paradigma dari pendekatan berbasis program menuju layanan terintegrasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat Puskesmas. Namun demikian, implementasi ILP di berbagai daerah masih menunjukkan variasi yang cukup signifikan, baik dari sisi kapasitas daerah, kesiapan sumber daya manusia, sistem pencatatan dan pelaporan, maupun dukungan tata kelola. Di tingkat layanan primer, masih dijumpai fragmentasi layanan serta belum optimalnya koordinasi lintas program dan lintas sektor.
Tantangan implementasi ILP tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup aspek sumber daya dan tata kelola. Keterbatasan jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, distribusi SDM yang belum merata, serta tingginya beban kerja di Puskesmas menjadi hambatan dalam mewujudkan layanan yang terintegrasi. Dari sisi pembiayaan, masih terdapat keterbatasan alokasi anggaran, belum optimalnya integrasi berbagai sumber pendanaan, serta kurangnya fleksibilitas dalam pemanfaatannya. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur digital dan integrasi sistem informasi kesehatan, turut memengaruhi efektivitas layanan. Faktor kepemimpinan dan kapasitas manajerial di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga menjadi penentu penting dalam mendorong perubahan menuju sistem layanan yang lebih kolaboratif dan terintegrasi.
Di sisi lain, tantangan pemerataan akses pelayanan kesehatan masih menjadi isu krusial, khususnya di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan infrastruktur, serta distribusi tenaga kesehatan yang belum merata menyebabkan kesenjangan akses dan kualitas layanan antarwilayah. Hal ini berdampak pada belum optimalnya capaian indikator kesehatan, terutama dalam upaya promotif dan preventif di tingkat layanan primer.
Sebagai salah satu strategi untuk memperkuat pendekatan promotif dan preventif, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hadir untuk meningkatkan deteksi dini faktor risiko dan penyakit di masyarakat. Namun, implementasi CKG di wilayah DTPK memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual, fleksibel, dan adaptif, dengan mempertimbangkan kondisi sosial budaya, keterbatasan sumber daya, serta kapasitas sistem kesehatan setempat. Dalam praktiknya, berbagai daerah telah mengembangkan inovasi seperti layanan jemput bola, pemberdayaan kader dan komunitas, serta penguatan jejaring pelayanan sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan.
Meskipun demikian, praktik baik tersebut belum terdokumentasi dan terdiseminasi secara optimal, sehingga peluang pembelajaran antardaerah masih terbatas. Di sisi lain, penguatan peran Dinas Kesehatan dalam mendukung keberlanjutan program, integrasi lintas sektor, serta penyelarasan kebijakan dan implementasi di lapangan masih perlu ditingkatkan.
Dalam konteks ini, penguatan ILP dan perluasan akses CKG di wilayah DTPK menjadi dua pendekatan yang saling melengkapi dalam mendorong transformasi layanan primer. Diperlukan upaya untuk menjembatani kebijakan dengan praktik lapangan melalui strategi yang adaptif, berbasis bukti, dan kontekstual sesuai kebutuhan daerah. Oleh karena itu, webinar ini diselenggarakan sebagai ruang berbagi pembelajaran yang mempertemukan perspektif kebijakan dan pengalaman implementasi di lapangan, guna memperkuat kapasitas pelaksana program, mendorong replikasi praktik baik, serta mempercepat pencapaian pelayanan kesehatan yang lebih merata, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kebijakan serta pelaksana layanan kesehatan dalam memperkuat implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan mengoptimalkan strategi pencapaian target Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah DTPK.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti webinar ini, peserta diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi variasi implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai daerah, termasuk di wilayah DTPK.
- Menganalisis tantangan utama implementasi ILP dan CKG, baik di tingkat Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, mencakup aspek SDM, pembiayaan, tata kelola, serta kondisi geografis dan akses layanan.
- Menggali praktik baik, inovasi, dan pendekatan adaptif dalam implementasi ILP serta pencapaian target CKG, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
- Merumuskan strategi penguatan implementasi ILP dan CKG ke depan yang kontekstual, terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Sasaran Peserta
- Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (penanggung jawab program layanan primer)
- Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (penanggung jawab program layanan primer dan pengelola program kesehatan di wilayah DTPK)
- Kepala dan Tenaga Kesehatan di Puskesmas
- Seluruh jenis tenaga kesehatan (153 profesi)
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal: 26 Mei 2026
Waktu: 13.00–17.00
Tempat: Online Via Zoom Meeting
Narasumber
- Henny Rista, S.ST., M.Keb
- dr. Made Ratna Dewi
- dr. Yulia Dewi Irawati, M.Sc (FM), Sp.KKLP
- Dr. dr. Trihono, M.Sc.
- dr. Aghnaa Gayatri, M.Sc, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC
- dr. Hj. Leli Yuliani, M.M
- Ismail T Akase, SKM, M.Kes
- dr. Carlof, M.MRS., MQM
- dr. Elvieda Sariwati, M.Epid
Moderator
- Retno Puji Subekti
- dr. Novie Irawaty Laura Manurung, MPH
Susunan Agenda
- Henny Rista, S.ST., M.Keb
- dr. Made Ratna Dewi
- dr. Yulia Dewi Irawati, M.Sc (FM), Sp.KKLP
- Dr. dr. Trihono, M.Sc.
- dr. Aghnaa Gayatri, M.Sc, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC
- dr. Hj. Leli Yuliani, M.M
- Ismail T Akase, SKM, M.Kes
- dr. Carlof, M.MRS., MQM
- dr. Elvieda Sariwati, M.Epid
Moderator
- Retno Puji Subekti
- dr. Novie Irawaty Laura Manurung, MPH
Rundown
Waktu Pelaksanaan | Materi | Narasumber |
12.00–13.00 | Registrasi peserta |
|
13.00–13.05 | Pembukaan Topik 1 | Moderator: Retno Puji Subekti (Health Systems Insight) |
13.05–13.15 | Materi Pengantar | Kementerian Kesehatan |
Sesi Talkshow 1: Dari Kebijakan ke Praktik: Tantangan, Peluang, dan Strategi Penguatan Implementasi ILP di Puskesmas | ||
13.15–13.40 | Materi 1: Layanan Terintegrasi untuk Keluarga: Tantangan & Inovasi ILP di Puskesmas | Henny Rista, S.ST., M.Keb (Kepala Puskesmas Pidie, Kabupaten Pidie) |
13.40–14.05 | Materi 2: Layanan Terintegrasi untuk Keluarga: Tantangan & Inovasi ILP di Puskesmas | dr.Made Ratna Dewi (Kepala Puskesmas Abiansemal 1, Kabupaten Badung) |
14.05–14.30 | Materi 3: Layanan Terintegrasi untuk Keluarga: Tantangan & Inovasi ILP di Puskesmas | dr. Yulia Dewi Irawati, M.Sc (FM), Sp.KKLP (Puskesmas Jetis 2, Kabupaten Bantul) |
14.30–14.40 | Pembahas 1: Penguatan Kebijakan dan Desain Sistem dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) | Dr. dr. Trihono, M.Sc. (Health Systems Insight) |
14.40–14.50 | Pembahas 2: Optimalisasi Layanan Terintegrasi dalam Penanganan Penyakit Kronis dan Komorbiditas di Puskesmas | dr. Aghnaa Gayatri, M.Sc, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC. (Dosen di Departemen Kedokteran Keluarga dan Komunitas, FKKMK UGM) |
14.50–15.00 | Sesi Diskusi |
|
Sesi Talkshow 2: Dari Tantangan ke Aksi: Strategi Daerah dan Praktik Mencapai Target CKG di Wilayah DTPK | ||
15.00–15.05 | Pembukaan Topik 2 | Moderator: dr. Novie Manurung, MPH (Health Systems Insight) |
15.05–15.30 | Materi 4: Strategi Daerah dalam Memperluas Akses CKG di Wilayah DTPK: Studi kasus Dinas Kesehatan Kab. Garut | dr. Hj. Leli Yuliani, M.M (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut) |
15.30–15.55 | Materi 5: Strategi Daerah dalam Memperluas Akses CKG di Wilayah DTPK: Studi kasus Dinas Kesehatan Kab. Gorontalo | Ismail T Akase, SKM, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo) |
15.55–16.20 | Materi 6: Strategi Daerah dalam Memperluas Akses CKG di Wilayah DTPK: Studi kasus Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat | dr. Carlof, M.MRS., MQM (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat) |
16.20–16.30 | Pembahas 3 : Strategi Implementasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Wilayah DTPK: Dari Tantangan Sistem hingga Dampak Klinis di Layanan Primer | dr. Elvieda Sariwati, M.Epid (Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes) |
16.30–16.50 | Sesi Diskusi |
|
16.50–17.00 | Kesimpulan dan Penutup |
|
Narahubung
Konten : Firda / 0895620105789
Kepesertaan : Ubaid / 083171487852
PUSAT KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281
Telp/Fax: 0274 – 549425 Website: https://diklatkesehatan.net/