Kesehatan primer (PHC) memegang peranan sentral dalam mencapai hasil kesehatan yang adil dan cakupan kesehatan universal. Meskipun fasilitas kesehatan primer tersebar luas di seluruh Nigeria, pola pemanfaatannya masih bervariasi dan belum sepenuhnya dipahami, terutama di tingkat subnasional. Penelitian ini menilai pemanfaatan layanan kesehatan primer dan faktor-faktor penentunya di beberapa komunitas terpilih di Negara Bagian Enugu, Nigeria. Metode: Sebuah studi deskriptif potong lintang dilakukan di antara penduduk yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel bertahap dari enam komunitas di tiga distrik senatorial di Negara Bagian Enugu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji coba sebelumnya. Pemanfaatan PHC didefinisikan sebagai penggunaan layanan PHC dalam 12 bulan terakhir. Variabel-variabel dikategorikan menjadi faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor kebutuhan berdasarkan Model Perilaku Penggunaan Layanan Kesehatan Andersen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji bivariat, dan regresi logistik multivariat. Hasil Sebagian besar responden melaporkan adanya fasilitas PHC di komunitas mereka (88,4%) dan akses fisik ke layanan kesehatan (97,5%). Meskipun 67,6% telah memanfaatkan layanan PHC dalam setahun terakhir, pemanfaatan secara teratur masih jarang terjadi. Dalam analisis multivariat, usia yang lebih muda, tinggal di daerah pedesaan, tingkat pendidikan yang lebih rendah, dan persepsi kompetensi staf secara independen terkait dengan peluang yang lebih tinggi dalam pemanfaatan PHC.