Artikel ini merupakan sebuah tinjauan cakupan (scoping review) yang bertujuan untuk memetakan bagaimana kinerja Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia diukur pada tingkat penyampaian layanan. Dengan menggunakan kerangka kerja WHO/UNICEF, penelitian ini berupaya mengidentifikasi indikator-indikator yang telah digunakan dalam studi-studi terdahulu serta aspek penting apa saja yang belum terukur guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam penguatan sistem kesehatan nasional.
Hasil analisis terhadap 33 studi menunjukkan bahwa pengukuran kinerja Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia saat ini masih terkonsentrasi pada domain akses dan ketersediaan, model perawatan, serta kualitas perawatan. Namun, ditemukan kesenjangan yang signifikan di mana 18 dari 38 indikator global (47%) belum pernah diukur, termasuk indikator krusial seperti tingkat rawat inap untuk kondisi sensitif perawatan rawat jalan. Selain itu, belum ada penelitian yang mengevaluasi domain sistem peningkatan kualitas maupun ketangguhan fasilitas kesehatan, ditambah dengan masih minimnya penggunaan instrumen pelaporan nasional dan analisis tren waktu dalam studi-studi tersebut.
Sebagai simpulan, tinjauan ini menekankan adanya celah besar dalam pemantauan kinerja layanan primer yang perlu segera diatasi melalui pengembangan kerangka kerja pemantauan yang lebih komprehensif. Para penulis merekomendasikan adaptasi instrumen global ke dalam konteks lokal serta pemanfaatan integrasi data digital melalui platform seperti “Satu Sehat” untuk memperkuat agenda transformasi kesehatan Indonesia dalam mencapai akses yang adil terhadap layanan berkualitas
Solikha, D.A., Butler, D.C., Setiawan, E. et al. Primary health care performance measurement at the service delivery level in Indonesia: a scoping review. BMC Health Serv Res 25, 898 (2025). https://doi.org/10.1186/s12913-025-12955-8